Di zaman sekarang ini, pacaran sudah menjadi hal yang lumrah dikalangan anak remaja, orang dewasa maupun anak-anak. Hal ini mungkin bisa disebabkan oleh faktor lingkungan yang menyediakan contoh pacaran dimana-mana. Seolah-olah ini sudah menjadi budaya masyarakat dan tren yang tak bisa dilepaskan. Tanpa terkecuali, umat islam juga banyak yang turut berpartisipasi dalam maksiat ini. Dan tidak sedikit dari mereka yang berdalih dengan pacaran islamilah, atau pacaran dibawah kontrol orang tua, pacaran untuk meningkatkan prestasi belajar dan sebagainya.
Dalam budaya berpacaran masyakat kita saat ini, memang belum seekstrim berpacaran diluar sana. Paling hanya sekedar melirik-lirik, telpon-telponan, atau mungkin hanya status saja. Dan karena itu tidak terlalu dianggap serius, karena yang dilakukan dalam pacarannya hanya "dosa kecil saja". Ini justeru yang harus digaris bawahi.
Memang, zina mata itu masih tergolong dosa kecil. Tetapi dosa yang kecil ini apabila dilakukan dengan berani, atau dengan kata lain diremehkan dosanya, karena jenisnya kecil, maka ini sudah termasuk dalam dosa besar. Juga dosa-dosa kecil apabila ditumpuk, maka semakin hari akan semakin meninggi hingga membawa kita terpeleset hingga ke Neraka. Lagipula, pacaran itu menjerumuskan kita kepada dosa yang besar, yaitu berzina. Maka menghindarinya itu lebih tepat dari pada harus menimbang-nimbang berat dosanya. Padahal kita saja tidak tahu sudah berapa amal kita yang benar-benar diterima Allah. Bisa jadi karena berpacaran, rahmat Allah semakin menjauh bahkan mungkin akan meninggalkan kita.
'Oh, saya pacarannya gak ngapa-ngapain kok..'
Justeru disitu bodohnya. Kalau sudah tahu dengan pacaran tidak boleh ngapa-ngapain, terus ngapain pacaran?

No comments:
Post a Comment