Catatan Pengabdian
Catatan Pengabdian Anggun
Thursday, November 23, 2023
Apa Itu Iman?
Ibadah Tersulit
Friday, March 12, 2021
Pengabdian
Di penghujung pengabdian, aku sadar jua
Tak ada apapun jejak nadi yng kutinggalkan
Seberapa keras dan pedihnya jalan kemarin,
hanya ilusi dari jubah kebesaranku yang kecil itu
Tersandung aku diakhir pemberhentian
Dengan perjuangan yang kuanggap megah
Lagi lagi, itu metafora kesombongan semata
Aku sejatinya tidak pernah mengabdi...
Aku sejatinya tidak pernah berjuang...
Hanya sangkaan diri saja
Hanya terkaan ego saja
"Kenapa merendah diri? Ibu guru sudah memberi banyak begi negeri!"
Apa yang kuberi?
Keluhan tentang tidak pernah digaji dan minta dipuji?
Apa yang kuberi?
Kata-kata manis untuk dapat rekomendasi?
Kalau itu yang kuberi, pantaskah ini disebut pengabdian?
Taiwang, 12 Maret 2021
Thursday, March 19, 2020
Tumbuh
Wednesday, January 3, 2018
Alasan Melepas Hijab - Klise!
Jangan Pura-Pura Lupa!
What Ever It Takes, Life Must Go On!
Dalam hidup banyak hal yang kadang kala membuat kita terluka. Meskipun tak sedikit juga yang membuat kita tersenyum, tetap saja kita sangat sedih jika sedang terluka. Kadang luka yang begitu dalam mampu membuat kita kehilangan harapan untuk hidup. Membuat kita bisu dengan segala macam bahasa yang telah kita kuasai. Hal-hal yang membuat kita terluka kadang kala adalah hal yang tidak kita inginkan terjadi. Mungkin itu adalah saat orang yang kita sayangi tiada. Atau mungkin juga ketika seseorang yang kita sayang, ternyata tidak menyayangi kita dan malah lebih memilih orang lain. Sebenarnya apasih yang bisa membuat kita tidak terluka?
Bahagia Tanpa Bayar
Bahagia. Sebuah kata keramat yang bisa membuat manusia selalu ingin berlari kearahnya. Bahagia. Sebuah tujuan yang fana untuk orang-orang yang ingin menggapainya, tetapi tidak tahu dimana ‘bahagia’ itu berada. Orang-orang berlomba-lomba ingin bahagia. Tak sedikit yang bekerja banting tulang hanya karena ingin hidup bahagia. Banyak yang mengira bahwa bahagia akan didapatkan jika sudah memiliki harta berlimpah, rumah mewah, dan kebutuhan mewah lainnya tercukupi. Padahal belum tentu bahagia akan datang dengan dengan ‘itu’. Orang bilang bahagia itu relatif. Artinya setiap orang punya definisi ‘bahagia’ nya sendiri. Tak harus terikat dengan wikipedia ataupun KBBI. Akan tetapi tak sedikit orang yang menggapai definisi ‘bahagia’ nya sendiri saja tidak bisa, apalagi mau memakai definisi bahagia orang lain. Lantas, sebenarnya dimana bahagia itu? Mengapa untuk merasakan hal ini saja sampai membuat banyak orang bekerja mati-matian bahkan tak sedikit yang ujung-ujungnya merasa kecewa, hampa dan frustasi karena tak kunjung bertemu yang namanya ’bahagia’? Sebenarnya bahagia itu sederhana. Ia ada dekat dengan kita. Yaitu di dalam hati kita. Hati yang selalu merasa cukup. Karena pada dasarnya hidup kita hanya tentang dua hal saja: senang dan susah. Nah, sekarang masalahnya adalah, jika hidup kita ini hanya tentang senang dan susah, berarti sebenarnya yang namanya bahagia ini tidak ada. Karena orang yang hidupnya senang saja belum tentu bahagia, apalagi yang hidupnya susah! Pembaca yang budiman, ingatkah anda pada dua ayat surah al-baqarah ayat 152 dan 153?
Hal - Hal Yang Dapat Membatalkan Iman
- Mengingkari rububiyah Allah atau mengingkari sesuatu yang dari kekhususan-kekhususan-Nya, atau mengakunmemiliki sesuatu dari kekhususan tersebut atau membenarkan orang yang mengakuinya.
- Sombong serta menolak beribadah kepada Allah SWT.
- Menjadikan perantara dan penolong yang ia sembahh atau mintai (pertolongan) selain Allah SWT.
- Menolak sesuatu yang telah ditetapkan Allah untuk diri-Nya atau yang ditetapkan oleh Rasul-Nya. Begitu pula orang yang meyifati seseorang (makhluk) dengan sesuatu sifat yang khusus bagi Allah, seperti ilmu Allah. Termasuk juga menetapkan sesuatu yang dinafikan Allah dari diri-Nya atau yang telah dinafikan dari-Nya oleh Rasul-Nya.
- Mendustakan Rasulullah SAW tentang sesuatu yang beliau bawa.
- Berkeyakinan bahwa petunjuk Rasulullah SAW tidak sempurna atau menolak suatu hukum syara' yang telah Allah turunkan kepadanya, atau meyakini bahwa selain hukum Allah itu lebih baik, lebih sempurna dan lebih memenuhi hajat manusia, atau meyakini kesamaan hukum Allah dan Rasul-Nya dengan hukum selainnya, atau meyakini dibolehkannya berhukum dengan selain hukum Allah.
- Tidak mau mengkafirkan orang-orang musyrik atau ragu dengan kekafiran mereka, sebab hal itu berarti meragukan apa yang dibawa oleh Rasulullah SAW.
- Mengolok-olok atau menjelek-jelekan Allah atau Al-Quran atau agama Islam atau pahala dan siksa dan yang sejenisnya, atau mengolok-olok Rasulullah atau seorang Nabi, baik itu gurauan maupun sungguhan.
- Mambantu orang musyrik atau menolong mereka untuk memusuhi orang muslim.
- Meyakini bahwa orang-orang tertentu boleh keluar dari ajaran rasulullah SAW dan tidak wajib mengikuti ajaran beliau.
- Berpaling dari agama Allah, tidak mau mempelajari serata tidak mau mengamalkannya.
Melepaskan Hati Dari Dunia
- Zuhud adalah melepaskan diri dari dunia secara penuh. Hal ini merupakan penafsiran yang salah.
- Zuhud adalah menghindarkan diri dari sesuatu yang haram. Definisi seperti ini - sebagaimana yang disampaikan oleh Imam Ahmad - kalau memang benar sebagaiman yang beliau utarakan, maka secara otomatis hampir semua manusia beriman telah melakukannya.
- Zuhud adalah meninggalkan sesuatu yang tiada nilainya di akhirat. Adapun meninggalkan perbuatan yang bernilai untuk kehidupan akhirat itu tidak termasuk dalam kategori zuhud. Pengertian zuhud yang terakhir ini sebagaimana yang telah diutarakan Ibnu Taimiyyah.
Pacaran Itu Dosa Besar Atau Dosa kecil?
Apa Itu Iman?
Iman menurut bahasa memiliki arti pembenaran dengan hati. Sedangkan menurut istilah, iman berarti: تَصْدِيْقٌ بِالقَلْبِ، وَتَقْر...
-
Sepertinya, aku bersaudara dengan mimpi-mimpiku. Kami tumbuh bersama-sama. Entahlah itu perasaanku saja atau memang benar adanya. Aku tid...






