Pages

Wednesday, January 3, 2018

3 Tips Agar Disayang Allah


Dalam buku yang berjudul: Jangan Takut Hadapi Hidup, yang ditulis oleh Dr.'Aidh Abdullah Al-Qarny, yang diterjemahkan oleh Masrukhin, dituliskan beberapa sarana untuk menggapai cinta kasih Allah SWT. Maka tidak ada salahnya untuk membagikan beberapa sarana tersebut, yang kiranya bisa kita jalankan bersama untuk bersama-sama mencapai cinta kasihnya Allah, atau dengan kata lain, agar kita bisa disayang Allah. 

Yang Pertama, Senantiasa hidup bersama petunjuk Al-Quran
Al-Quran merupakan sara yang paling utama dan pertama kali yang harus kita lakukan untuk mendekatkan diri kepada Allah dan meraih kecintaan-Nya, karena Al-Quran merupakan kalamullah yang didalamnya termuat banyak manfaat dan nilai. Maka tidak ada kebahagiaan dan ketenangan dalam diri umat islam manakla mereka sudah menjauh dari Al-Quran, enggan membaca dan merenungkan kandungannya. Pada saat mereka sudah lari dari ajaran Al-Quran dan berpaling darinya, maka Allah SWT akan mencampakkannya ke dalam lembah kehinaan dan kesengsaraan. 
Umat Islam akan mengalami kehidupan yang tanpa nilai dan harga diri manakala mereka sudah jauh dari Al-Quran dan As-Sunnah. Majelis mereka juga akan terasa hampa, jauh dari rahmat Allah SWT dan tidak ada manfaatnya sama sekali untuk menjadikan mereka menuai kebahagiaan baik di dunia maupun di akhirat kelak. 

Yang kedua, Menghilangkan segala keterikatan hati dengan segala aksesoris dunia.
Hal ini dapat dilihat dari hadist yang diriwayatkan Ibnu Majah yang bersumber dari Sahal bin Sa'ad, ia berkata, "Seorang lelaki datang kepada Rasulullah SAW dan bertanya, 'Wahai Rasulullah, tunjukanlah kepadaku suatu perbuatan yang jika aku melakukannya, aku akan meraih kecintaan Allah SWT dan juga kecintaan manusia', Rasulullah SAW menjawab,'berpalinglah (dari gemerlapnya dunia) maka Allah SWT akan mencintaimu dan berpalinglah dari apa yang dimiliki manusia, maka mereka akan mencintaimu." (HR. Ibnu Majah)
Untuk itu, jika seorang hamba ingin meraih cinta kasih Allah dan juga hamba-hamba-Nya, maka jalan yang bisa ditempuh adalah dengan mengosongkan hati atas segala keinginan untuk menumpuk harta kekayaan dan menjauhkan diri dari sifat hasad (iri) terhadap karunia yang telah diberikan Allah kepada hamba-hamban-Nya. Jika keinginan untuk menumpuk kekayaan telah tercabut dari hati seorang hamba dan digantikan dengan luapan cinta kepada Allah SWT akan menumpahkan kasih sayang-Nya kepada dirinya. Dan kasih sayang Allah SWT tidak akan dapat diraih kecuali dengan kesadaran atas jati dirinya sebagai hamba Allah SWT.
Dari sini dapat disimpulkan, bahwa arti dari sebuah ibadah adalah menghambakan diri, patuh dan menyerahkan segala kehidupannya hanya kepada Allah SWT.

Yang ketiga, mendirikan shalat di keheningan malam (Qiyamul lail)
Kita menghaturkan keluhan kita kepada Allah SWT pada saat qiyamul lail dan Allah SWT memberikan citra kepada hamba-Nya tersebut sesuai dengan firman-Nya:

كَانُوْا قَلِيْلاً مِّنَ الَّيْلِ مَا يَهْجَعُوْنَ . وَبِالْأَسْحَارِهُمْ يَسْتَغْفِرُوْنَ

"Mereka sedikit sekali tidur di waktu malam. Dan di akhir-akhir malam mereka memohon ampun (kepada Allah)" (Adz-Dzariyat[51] : 17-18)
Jam-jam inilah yang sering kali diabaikan banyak orang. Siapa yang mengabaikan waktu beberapa jam di malam hari, ia akan terjauhkan dari rahmat Allah SWT atau menjadi orang yang hina kecuali bagi mereka yang dalam kondisi sakit, terjaga di malam hari dengan melakukan kebaikan atau dalam perjalanan.

No comments:

Post a Comment

Apa Itu Iman?

Iman menurut bahasa memiliki arti  pembenaran dengan hati.  Sedangkan menurut istilah, iman berarti: تَصْدِيْقٌ بِالقَلْبِ، وَتَقْر...